Jumat, 01 Januari 2016

TERIMAKASIH 2015, SELAMAT DATANG 2016

TERIMAKASIH 2015
Selamat datang 2016
-rukmanarain-
Assalamualaikum wr.wb.
“Pergantian tahun tak melulu harus bertabur kembang api dan berpesta ria, namun pergantian tahun itu tentang bagaimana kita melakukan sebuah transisi, belajar dari masa yang sudah berjalan dan memperbaiki serta menjadi yang lebih baik di masa yang (harus) datang”-rukmanarain 2015, 31 Desember 2015;4:30pm
“Terimakasih Allah SWT, Atas nikmat dan segala keindahan serta tak lupa kedukaan pula disetiap setelah yang Kau beri ditahun 2015. Sebab, dari hal tersebut saya menjadi lebih bisa mensyukuri atas apa yang yang Kau gariskan. Terimakasih Allah SWT, telah menegur saya lewat sebuah kegagal-an dan kesakit-an di sebuah masa saat saya berjalan ke jenjang lanjut. Sebab hal tersebut menjadikan saya semangat dan tetap mensyukuri atas apa yang telah Kau putuskan. Terimakasih Allah SWT, telah menjadikan saya putri dari kedua orang tua yang teramat hebat dengan segala hal dan kejadian yang menimpa beliau. Sebab dari hal tersebut, saya menjadi orang yang tau diri bahwa tugas saya saat ini adalah membuat beliau-beliau bangga dan bahagia di masa tuanya. Terimakasih Allah SWT, telah mengenalkan saya pada sebuah kehidupan dimana didalamnya terdapat orang yang datang dengan penuh cinta yaitu “sahabat”. Pada intinya, Terimakasih YA ALLAH YA RABBI Atas izinMu saya bisa menghabiskan 2015 dan menghirup oksigen secara gratis dariMu.”-
rukmanarain 2015, 31 Desember 2015;4:58pm
“Untuk 2016, selamat datang di buku-ku………………………”




Kamis, 16 Juli 2015

PERTAMA (Senyum Renyahmu…..)


Aku ingin melihat matamu terpejam dan bibirmu menampakkan senyuman, caramu menggerakkan tangan, caramu bernafas, saat ini aku bahagia bisa seharian bahkan semalam denganmu. Itu adalah hal yang tak pernah bisa aku lupakan. Jaket merah, kaos bergaris, sederhana. Walaupun dalam keadaan tertidur,kurasa kamu tetap terlihat tampan. Bolehkah aku seperti ini? Ah hanya ini yang bisa kulakukan hanya untuk sekedar tau tentang kamu. Aku bahagia bisa seperti ini, bisa mendeskripsikanmu. Tapi sayang, tetap terselip rasa tak enak hati jika mengingat-ingat kalau sudah ada yang menyinggahi hatimu. Sudah ada namanya dihatimu.
                Malam itu, ada tawa dan hening tercipta menjelang para pemilik mata tertidur. 8 gelas kopi, berjejeran di meja Mbah Suti. Meja yang bagiku renta tapi masih terlihat gagah seperti pemiliknya. Ada 2 bangku yang ditempatkan bersilangan, disebelah barat dan sebelah timur. Ada semacam kongres disitu, ditemani dengan dinginnya udara gunung, pekatnya malam, dan gerimis sederhana yang mengguyur tempat Mbah Suti. Mencoba memulai percakapan , meskipun hanya dengan sedikit menggombal. Sengaja berhenti sejenak pada saat mengobrol, mencoba mengalihkan perhatian dan menaruh konsentrasi ke musik yang dimainkan oleh “teman-teman”. Musik ber-genre Mellow mampu menemani keheningan di malam itu.
                Tiba saatnya, indra penglihatan yang mulai mengantuk menuntun kita semua kedalam ruangan yang kita sebut sebagai “Aula Mbah Suti” atau tempat untuk tidur para tamu Mbah Suti. Didalamnya tidak ada kasur, bantal, selimut, lampu, apa lagi AC dan TV. Untung saja ada 2 karpet sederhana yang dibawa oleh teman-teman. Dengan kompak dan cekatan,tangan-tangan lelah dari teman-temanpun segera merebahkan karpet dan merapikannya dengan sesekali bercanda. Setelah tertata rapi, semua pemilik mata yang sudah mulai lunglai dan lelah merebahkan badan ditempat sederhana itu. Untuk teman-teman yang nggak jomblo, pasti sedang bahagia, karena bisa bersama-sama dengan orang yang disayang. Untuk aku yang jomblo,hanya bisa menaruh dan berbagi kehangatan dengan sahabatku sendiri. Sesekali ada tawa yang tiba-tiba tercipta dari suasana itu. Tetap, musik mellow penghantar tidur kami.
                Malam mulai larut dan pekatnya dingin semakin menusuk tulang rusukku, pun teman-teman yang lain. Kilat malam yang sedari tadi tidak mau berhenti,terkadang membuat aku takut menatap langit. Baru kali ini bisa kembali tertidur sambil melihat langit malam setelah sekian lama tidak berkemah. Terakhir kali saat Jambore Nasional di Palembang. Tanpa sadar, jarum jam sudah menunjukkan pukul 02.00  WIB dan belum ada yang memejamkan mata sepenuhnya sampai menit itu. Menit berganti tanpa sadar, mata kami terpejam dengan sendirinya.
                Keesokan paginya, saat pekatnya udara dingin menjelmakan dirinya menjadi semakin tajam dan menusuk tulang rusuk, mata kami terbuka. Kami menggigil-gigil sejadi-jadinya, mencoba melipatkan tangan dan mengaitkannya ketubuh agar dingin tidak merasuk  ketulang rusuk dengan mudahnya. Saat rasa dingin mulai berkurang, kulangkahkan kaki kecilku menuju kamar mandi. Yaa…untuk sekedar membasuh muka dan membersihkan diri. Setelah keluar dari kamar mandi, kudapati “kamu” yang sedang duduk didekat bara api. Dengan merangkulkan telapak tanganmu, nampaknya “kamu” juga sedang kedinginan. Kali ini kita sama. Perlahan aku mencoba mendekatimu dan sekedar bertanya….
Dingin ya??
Iya…
Suara paraumu terdengar sangat nyata ketika “kamu” kedinginan. Manis sekali. Saat aku sudah dalam keadaan rapi dan bersih, ternyata yang lain sedang menunggu aku, sahabatku dan tentunya kamu. Saat semua sudah berkumpul, langkah kecil kami melangkah ketempat yang “kamu” katakan itu “Indah”.
                Satu, dua, tiga langkah daaan akhirnya kita sampai ditempat tujuan. Ada sedikit rasa kecewa sebenarnya, karena pemandangan yang indah itu tertutup kabut tebal. Ditempat itu udara menjadi lebih sangat dingin. Kabut pegunungan membasahi rambut dan jaketku. Untuk melihat sunrise pun tidak mungkin,karena tertutup kabut. Untuk mengurangi rasa kecewa kami, kami mengambil beberapa detik untuk sekedar mengabadikan momen-momen bersama. 1 potret, 2 potret, 3,4 dst. Setelah beberap jam, kabut pegunungan-pun menghilang dan tersuguhlah pemandangan  yang sangat menakjubkan! Pemandangan yang belum pernah kulihat sebelumnya, pemandangan yang sangat indah, pun terasa lebih indah karena ada “kamu”.
                Bentangan Kuasa-Nya sungguh tercipta sempurna tepat didepan mata. Semuanya indah, terlihat gubuk, pepohonan terjajar rapih, bukit yang berjajar sempurna, tanaman pakis aji yang terjajar indah dan tentunya langit yang begitu rupawan. Biru muda, sempurna. Ada rasa bahagia juga ketika melihat senyum renyahmu tercipta,walau bukan karena aku.
                Setelah dirasa cukup, kami segera kembali ketempat Mbah Suti. Ternyata kita semua sama-sama menahan lapar. Aku dan sahabatku segera menuju dapur untuk menyiapkan makanan seadanya. Ada mie instan, ubi dan teh. Aku memasak mie instan dan membuatkan teh sedangkan sahabatku membakar umbi. Saat aku sudah selesai membuat mie dan teh, aku duduk dikursi rendah depan kompor yang terbuat dari batu bata. Aku masih merasa kedinginan dan aku memutuskan untuk duduk disana. Tanpa kusadari,ternyata diseberang sana ada “kamu” duduk diatas kasur Mbah Suti. Belum sempat aku memandangimu dari sini, tiba-tiba “kamu” menuju dapur dan sekedar menyapa sambil tersenyum dan menyuarakan suara paraumu….
                “Sudah matang??” lalu pergi….
                Mie instan sudah tertata rapi dimeja lengkap dengan nasi dan teh. Kami semua makan dengan lahapnya. Setelah semua selesai dan tak ada yang tersisa, sesegera mungkin aku membawa peralatan makan ketempat cucian piring lalu lekas mencuci semuanya. Tak membutuhkan waktu lama, hanya 10 menit semua sudah rapi dan bersih. Tanganku sudah terbiasa mengerjakan hal-hal sederhana seperti itu. Sudah menjadi kebiasaan yang aku lakukan sehari-harinya.
                Aku mencuri-curi potret tentangmu. Sederhana,tapi aku butuh itu semua. Aku mencuri senyummu, aku mencuri tawamu, aku menuruti gerak tanganmu, dan aku mencuri tatapanmu dalam sebuah potretan. SEDERHANA. Dan semua bentuk kenangan dengan “kamu” dimulai dari sini.
                Blitar,17 April 2013
               

Kamis, 01 Januari 2015

HAPPY NEW YEAR 2015 cingu :)

Selamat dini hari cingu J
          365 lembar di 2014 sudah secara resmi ditutup,segala kenangan dan apapun yang berada ditahun itu tentu tidak dapat dilupakan begitu saja,karena kenangan didalamnya menjadi satu kesatuan yang melekat tanpa batas,tentu. Tepat pukul 00.01 kita sudah berada ditahun yang berbeda, yaitu 2015. Pagi ini kita sudah menginjak hari ke-1 di bulan ke-1 pada tahun baru 2015. Tak ada harapan yang muluk-muluk ditahun baru ini. Cukup dengan sukses disegala bidang dan lolos mutlak dalam seleksi masuk universitas,simple. 2014 sudah membawa saya tepat pada tempat menginjak kenyataan dengan umur 17 tahun. 2014 sudah mengantar saya pada pintu-pintu yang tentunya belum semua dapat saya buka dan saya masuki. 2014 membuat saya mengerti arti dari sebuah “kesulitan” dan “kerumitan” hidup. 2014 juga memberi saya kesedihan yang mendalam mengenai salah satu mimpi saya yang terpatahkan hanya karena masalah konyol, dan mimpi saya itu adalah menginjakkan kaki ditanah mahameru, tanah tertinggi dipulau Jawa bersama dia,sangat sedih,sangat. 2014 memberi saya warna tentu dengan kehadiran beberapa orang baru yang saya anggap hampir special,hampir. Dan 2014 menyadarkan saya, bahwa …
“Jika kita tidak jujur maka rasa sakit itu yang akan menjawabnya.”
“Sudah saatnya yang selalu mengkhawatirkan orang lain mulai mengkhawatirkan dirinya sendiri.”
“Tidak semua orang yang kamu sukai bisa benar-benar juga menaruh rasa yang sama.”
“Tidak semua hal dapat dilihat sebelah mata.”
“Sudah sepatutnya kamu berhenti bergantung pada orang yang kamu sukai,sedang dia tidak.”      
Dan masih banyak lagi.
          “I WILL!!” Adalah ungkapan diatas derajat “I WISH!!”, kenapa? Jika hanya berharap,kapan kita akan membuat harapan itu nyata? Maka dari itu, kita ungkapkan saja WILL=AKAN, dalam artian kita akan melakukan harapan-harapan itu dengan rasa percaya diri dan melupakan yang orang lain bicarakan tentang kita.
          Harapan di tahun 2015 tidak muluk-muluk, cukup dengan diberi kelancaran dalam segala ujian-ujian menjelang kelulusan. Mulai dari kelancaran saat melaksanakan ujian praktek, ujian sekolah,ujian akhir semester dan pada puncaknya UJIAN NASIONAL. Semoga segala impian tidak terpatahkan begitu saja. Dan satu lagi harapan mengenai pendidikan, saya sangat menaruh “akan” yang teramat stabil pada pengumuman ke-lolos-an dalam SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI di Universitas yang saya inginkan (amin). Semoga keberuntungan berpihak kepada saya. Amin.
          Harapan lain ditahun 2015 ini, mengenai keadaan keluarga saya. Saya sangat berharap, semoga keadaaan ekonomi bapak saya dikembalikan dalam keadaan stabil lagi seperti 3 tahun lalu dimana beliau sukses dalam karirnya tanpa halangan apapun. Saya sangat menyadari sekali, bahwa dalam hidup ini semua orang tidak selalu berada diatas,tentu mereka juga harus merasakan betapa sulitnya berada dibawah seperti sekarang. Saya berharap semoga bapak dan ibuk selalu diberi kesehatan sampai saya sukses kelak,amin. Saya berharap juga supaya keadaan keluarga saya dikembalikan “erat” seperti layaknya keluarga-keluarga normal lainnya.
          Ehm..okay cingu,itulah ulasan yang dapat saya ungkapkan menyambut tahun baru 2015.
          Satu lagi, untuk inisial kedua yang memasuki kehidupan saya dari tahun 2012, thanks for everything. Kamu mengajarkan saya, bahwa mempertahankan yang bukan milik kita hanya akan membuat kita sakit. Terimakasih banyak.


Sabtu, 12 Juli 2014

Serendipity? Maybe.


            September 2013

Dari cewek melankolis,Bian.

Setelah aku diperkenalkan bahkan dipertemukan dengan sosoknya,semua yang ada dikehidupanku jujur aku akui menjadi berubah. Sebenarnya,saat mulai mengenal sosoknya hatiku masih terpaut pada hati lain. Tetapi,kenyataan selalu menyuguhkan hal-hal yang tidak bisa dirasionalkan. Kenyataan pahit yang sudah mendera kehidupan remajaku,bahwa hati yang telah aku berikan untuk laki-laki itu malah dicabik-cabik  sampai hancur. Ah sudahlah..lupakan saja. Itu sudah lama terjadi,2 tahun yang lalu. Hingga aku dipertemukan dengan sosokmu secara nyata ditanah ini,Jawa. Pertemuan yang tidak pernah kuduga sebelumnya,yang berawal dari sebuah perkenalan secara maya. Ini kebetulan? Kebetulan yang menyenangkan? Maybe.
            Saat hatiku dikembalikan berupa kepingan-kepingan menyakitkan, dengan kehadirannya, aku bisa menyatukannya perlahan. Satu demi satu kepingan itu aku susun dengan kehadirannya yang konyol. Kepingan pertama,aku susun dengan senyumanku karena aku bisa benar-benar melihat sosoknya,duduk disana dengan memegang ponsel. Kepingan kedua, aku susun dengan senyumannya yang tersungging meskipun hanya dari kejauhan aku melihatnya,tapi itu manis. Kepingan ketiga,aku susun dengan komunikasi maya antara aku dan dia,lucu,meskipun terkesan selalu aku yang mencari topik pembicaraan dan dia yang selalu mencari pengakhiran. Kepingan keempat,aku susun dengan sebuah pertemuan-pertemuan diawal tahun yang hanya aku dan dia disuasana itu,unforgettable. Kepingan kelima,aku susun dengan sebuah jalinan yag sekarang mengikat aku dan mereka,salah satunya adalah dia. Dalam persahabatan,ya ikatan itu kunamai persahabatan. Ini kebetulan? Mungkin.
            Terimakasih,karena kebetulan-kebetulan yang ada, aku menjadi lebih tau siapa Dia. Kebetulan yang sangat menyenangkan meskipun hanya satu pihak yang menyimpulkan.
Terimakasih...(Dia=Bara) 

2 years ago

Sudah 2 tahun semenjak terakhir kali mendengar suaramu lewat udara
Sudah 2 tahun semenjak terakhir kali kita bersama
Senyum renyahmu
Suara paraumu
Lesung pipimu
Sudah 2 tahun aku tidak melihatnya lagi
Ribuan waktu memang pernah kita lewati
Bahkan sempat hampir enyah aku dari hadapanmu
Sampai pada tanganmu menghalauku dan aku kembali disisimu
Pengertian yang selalu kuberi
Perhatian yanag selalu kamu beri
Amarahmu saat aku mengacuhanmu
Diammu saat kamu menaruh cemburu padaku
Sudah 2 tahun aku kehilangan itu
Dulu,sebelum kamu pergi
Kamu berjanjitak akan lari
Kamu berjanji tak akan pergi
Kamu berjanji tak akan berpaling
Kamu berkata hanya aku yang berhasil mengembalikan senyummu
Kamu berkata menyayangiku
Kamu banyak berkata dan berjanji padaku
Tapi kamu sendiri juga yang berlalu dan pergi sesuka hati
Bahkan sampai pada tanganku tak mampu menghalaumu
2 tahun yang lalu,aku menangis melepasmu
Terlalu sulit
Terlalu sakit
Terlalu berat untuk benar-benar melepaskan
yang terlanjur terlalu sayang

Untuk huruf ke 18 :) 28 Oktober 2012

Senin, 24 Maret 2014

Let It Go

         Aku yang tidak pernah tau akhir dari rencana-Nya,hanya mampu menerka segala yang pernah tercipta antara makhluk yang bernama "aku" dan "kamu". Perlahan ternyata rasamu semaki mengembang padanya,aku faham. Biar saja aku yang menerka maksud dari semesta terhadap sikap-sikapmu yang kuanggap nyata. Dan ternyata sikapmu sama seperti keberadaanmu,"maya",tak pernah menjadi nyata? Iya saya paham. 
       Aku kalah bahkan sebelum aku sempat memulainya. Kamu ada dikehidupanku tapi sulit kugenggam dan tidak untuk kumiliki. Tajamnya tatapan matamu hanya untuk dia dan selamanya itu tak akan berubah. Benar? Katakan yang sejujurnya pada semesta bahwa hatimu sudah terjatuh terlampau jauh padanya. Biar saja jika kamu sudah tau perasaan apa yang selama ini aku rasakan terhadapmu. 
     Aku lebih memilih melakukan pengorbanan itu. Tentang mengalah dan merela,akulah yang akan menjadi tokoh dibalik layar sedang kamu dan dia adalah tokoh utamanya. Sehingga pada akhirnya, aku yang akan memutuskan untuk memilih mengorbankan perasaanku dan membiarkanmu bahagia meski dengan yang lain.

Jumat, 14 Maret 2014

Itu mengganggumu,aku tahu.


Januari,2013
Surat untuk Lazuardi.
Aku yang terlalu peduli padamu hingga kepedulianku mengganggumu,aku tahu benar itu. Tapi,kepedulianku yang tak pernah terpandang olehmu hingga kamu tak mampu mempedulikan kepedulianku ini,aku mencoba tidak mempedulikan keinginanmu untukku menghentikan kepedulianku padamu. Aku tetap bertahan pada kepedulianku ini, meski aku tahu itu semua menganggumu. Maafkan aku yang selalu egois dengan perasaan ini,maaf. Aku sudah lama berusaha meredamnya dalam-dalam sendirian tapi tetap saja aku yang terjebak didalam,tempat yang kelam,hatimu. Sudah banyak usaha yang aku tunjukan dan aku perjuangkan,seperti tidak lagi mencari keberadaanmu,tidak bertanya sedang apa dirimu,tidak menunggu pesan-pesan singkat darimu,tidak bersembunyi dalam pandang meskipun hanya ingin melihatmu tersenyum, dan juga tidak lagi menulis tentang dirimu. Aku berusaha berhenti karena aku tahu benar semua itu mengganggumu.
      Dihari-hari sebelum hari ini,aku berusaha menjauhkan segala tentangmu dari kehidupanku. Alih-alih mencoba berlari darimu,mencoba menjauh dari kehidupanmu bahkan melepaskanmu dari pandanganku. Aku bukan sedang benar-benar melepasmu dan menahan kabarmu tapi aku menahan diri.
Namun hari ini aku kembali dan aku sadar bahwa aku tidak lagi sanggup menahan diri lagi. Lagi-lagi aku tetap ingin memperlakukanmu sebagaimana jalan yang ada. Memperlakukanmu sebagaimana perilakumu padaku yang jelas menunjukkan agar aku mengabaikan smeua tentangmu. Maafkan aku,lagi-lagi aku menulis tentangmu. Tentang semua yang mengganggumu,aku hanya mampu mengatakan maaf. Karena aku tak lagi sanggup mengabaikanmu,meskipun akhirnya tetap aku yang harus berjuang dengan perasaan yang tak pernah kamu lihat.
Segala kepedulian itu muncul lagi,aku tidak pernah menyiram bahkan menanamnya. Ia tumbuh subur menjulang tak tertahankan begitu saja. Aku sungguh ingin meminta maaf dan sekaligus menyalahkanmu. Sungguh! Aku akan jelas mengatakan bahwa aku tidak lagi kecanduan rindu dan menanti kabar darimu. Aku akan jelas mengatakan bahwa aku tidak lagi jatuh hati padamu,aku memang ingin,tapi aku selalu merasa belum saatnya menganggap ini sebagai kejatuh hati-an. Jadi,kubiarkan semua itu kosong dengan kepedulian yang tidak jelas maknanya kepada siapa-siapa yang bukan apa-apa,termasuk salah satunya adalah kamu.
Satu-satunya hal yang ingin aku lihat sepanjang hari adalah melihatmu tersenyum lebih banyak,itu saja. Dan jika ada salah satu dari beberapa hal yang mampu membuatmu merasa sangat nyaman dan ringan dalam berlari adalah usahaku untuk tidak lagi peduli denganmu,aku akan melakukannya. Maaf aku membuatmu terganggu dengan semua yang selama ini aku tunjukan padamu. Maaf.
Terimakasih Lazuardi,sesuatu yang maya dan hadir secara nyata.
Januari,2013.

Serendipity? Maybe.


September 2013
Marsha dengan Rafa.
Setelah aku diperkenalkan bahkan dipertemukan dengan sosoknya,semua yang ada dikehidupanku jujur aku akui menjadi berubah. Sebenarnya,saat mulai mengenal sosoknya hatiku masih terpaut pada hati lain. Tetapi,kenyataan selalu menyuguhkan hal-hal yang tidak bisa dirasionalkan. Kenyataan pahit yang sudah mendera kehidupan remajaku,bahwa hati yang telah aku berikan untuk laki-laki itu malah dicabik-cabik sampai hancur. Ah sudahlah..lupakan saja. Itu sudah lama terjadi,2 tahun yang lalu. Hingga aku dipertemukan dengan sosokmu secara nyata ditanah ini,Jawa. Pertemuan yang tidak pernah kuduga sebelumnya,yang berawal dari sebuah perkenalan secara maya. Ini kebetulan? Kebetulan yang menyenangkan? Maybe.
      Saat hatiku dikembalikan berupa kepingan-kepingan menyakitkan, dengan kehadiranmu, aku bisa menyatukannya perlahan. Satu demi satu kepingan itu aku susun dengan kehadiranmu yang konyol. Kepingan pertama,aku susun dengan senyumanku karena aku bisa benar-benar melihat sosokmu,duduk disana dengan memegang ponsel. Kepingan kedua, aku susun dengan senyumanmu yang tersungging meskipun hanya dari kejauhan aku melihatnya,tapi itu manis. Kepingan ketiga,aku susun dengan komunikasi maya antara aku dan kamu,lucu,meskipun terkesan selalu aku yang mencari topik pembicaraan dan kamu yang selalu mencari pengakhiran. Kepingan keempat,aku susun dengan sebuah pertemuan-pertemuan diawal tahun yang hanya aku dan kamu disuasana itu,unforgettable. Kepingan kelima,aku susun dengan sebuah jalinan yag sekarang mengikat aku dan mereka,salah satunya adalah kamu. Dalam persahabatan,ya ikatan itu kunamai persahabatan. Ini kebetulan? Mungkin.
Terimakasih,karena kebetulan-kebetulan yang ada, aku menjadi lebih tau siapa kamu. Kebetulan yang sangat menyenangkan meskipun hanya satu pihak yang menyimpulkan.
Terimakasih Rafa 

Kamis, 09 Januari 2014

Semuanya berubah saat aku mulai menghilangkan rasa ini


Dulu, disaat aku benar-benar mengagumimu,menyayangimu, dan mencintaimu, terasa sangat sulit bagiku untuk dekat dengan sosokmu. Sangat sulit bagiku untuk berbicara denganmu. Semua terasa sangat sulit bagiku,bahkan sekedar untuk berbicara denganmu. Semua terasa sangat sulit untuk dilakukan dan mustahil akan terjadi, mengingat kamu adalah seseorang yang tidak terlalu dekat denganku dan kamu hanya mengenal aku dari media sosial,tetapi kamu dekat dengan banyak perempuan.
Dulu, aku hanya bisa melihat kamu lewat didepan kelasku dan aku hanya akan tersenyum menyimpulkan malu saat teman-temanku tahu jika aku sedang memperhatikanmu lewat didepan kelasku. Aku akan menyipitkan mataku untuk melihat kamu dari kejauhan agar aku bisa melihat sosokmu lebih jelas lagi. Aku akan terpaku dan terdiam saat kusadari ternyata kamu membalas tatapanku meskipun hanya sekilas.
Dulu, aku hanya bisa menelan kekecewaan dan kecemburuan saat melihat kamu sedang mengobrol begitu akrab dengan teman-temanmu atau teman-temanku. Aku selalu berfikir kekanak-kanakan, mengapa mereka begitu mudah membuka percakapan dengan sosokmu tapi sulit sekali giliran aku? Iyaa,aku sadar, memulai sesuatu itu begitu sulit apalagi memulai percakapan denganmu. Semua kata-kata yang ingin aku ucapkan padamu hanya bisa aku tahan diujung lidah dan takkan mungkin aku keluarkan sepatah katapun. Aku tidak ingin terlalu menyayangimu karena aku tidak ingin terlalu terlarut dalam kesakit hatian. Maka dari itu,sekarang aku mencoba melawan semua godaan untuk jatuh hati kepadamu lebih dalam lagi karena aku tidak ingin terlalu sering menelan kekecewaan nantinya.
Kini, disaat aku mulai melupakanmu,menyia-nyiakanmu,dan mengabaikanmu, sangat mudah bagiku untuk dekat dengan sosokmu. Bahkan hanya dengan 1 kalimat yang meluncur dibibirku, kita bisa sedekat ini. Bahkan bisa menjalin sebuah persahabatan. Kita bisa menciptakan satu moment yang sulit dilupakan,mulai dari pertemuan pertama 10 Januari 2013 disebuah warung nasi goreng. Lalu,18 April 2013 disebuah penginapan terletak di dareah Blitar Kabupaten. Lalu, 20 April 2013 disebuah kawasan alam air terjun,indah sekali, meskipun waktu itu kamu bersama wanitamu,sedikit memilukan tapi aku bahagia. Lalu, 22 April 2013 kali pertama kamu mengunjungi rumahku. Lalu, 9 Mei 2013 pertemuan kedua disebuah restaurant sederhana di kotaku. Lalu, 25 Mei 2013 kali kedua kamu mengunjungi rumahku dan berhasil membuat aku kaget. Lalu,masih buanyaaak lagi hari yang menciptakan sebuah kenangan bersamamu, jika saja aku masih mencintaimu seperti dulu.
Kini,kita bisa saling mengobrol layaknya teman lama. Aku sudah bukan hanya memandangimu dari jauh saja, tapi kita bisa saling bercakap-cakap sambil sesekali saling berpandangan dalam sebuah detik, meski bukan itu yang aku harapkan. Aku sudah tak pernah peduli lagi saat kamu lewat didepan kelasku. Aku tak perlu bersusah payah menyipitkan mataku untuk melihat sosokmu dari kejauhan.
Kini,aku hanya akan mengabaikanmu saat kamu sedang bercakap-cakap dengan teman-temanmu atau teman-temanku. Aku tidak pernah peduli dengan kehadiranmu kini, karena yang saat ini aku pedulikan, hanyalah temanmu. Aku bingung,kenapa disaat aku mengabaikanmu, kita bisa sedeeeekat ini? Kita bisa menciptakan kenangan-kenangan baru? Kenapa dulu disaat aku benar-benar menginginkanmu, kamu malah jauh dariku? Sampai-sampai tidak ada celah untuk aku masuk diduniamu. Sangat sulit bagiku untuk mendapatkan perhatianmu. Apa yang harus aku lakukan?
Sejujurnya, perasaan itu sudah lama menghilang dari hati ini. Dan,sosokmu juga yang membuat aku seperti ini. Menyadari bahwa keegoisan hati hanya akan makan hati.Menyadari bahwa rasa cinta tak pernah mengenalkata “paksaan”. Perasaan itu sudah lama terkubur dihati ini. Karena saat ini, yang aku pikirkan adalah temanmu, bukan dirimu lagi.

Selasa, 31 Desember 2013

Good Bye 2013,Welcome 2014

Good Bye 2013,Welcome 2014
            Hi guys! Apa kabar? Udah lama ga ngepost ya. Nah sekarang saya hadir lagi di penghujung tahun 2013 untuk menyambut kehadiran 2014. Dari 365 halaman yang tersusun pada 2013 tentunya setiap goresan yang tercipta didalamnya selalu menghadirkan kenangan. Halaman demi halaman yang tanpa saya sadari telah mencapai halaman terakhir di tahun 2013.             Terimakasih 2013,karena masih mengizinkan saya menginjakkan kaki ditanah air ini,Indonesia. Terimakasih masih memberikan saya kesempatan untuk menjelajahi dan menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang terlukis rapi di bumi pertiwi ini,Indonesia,beberapa bulan lalu bersama sahabat-sahabat saya. Terimakasih masih memberikan saya kesempata untuk meneguk air dan memakan nasi dari tanah pribumi,dan pastinya terimakasih untuk cinta,kasih sayang,dan kebersamaan  yang telah hadir mengisi kekosongan hati,keluarga dan sahabat-sahabat yang setia menemani hari demi hari saya di 2013. Tentunya,banyak kesalahan selama saya menjadi sahabat kalian,entah sengaja maupun tidak,segenap rasa penyesalan dari lubuk hati yang paling dalam terucap kata “maaf” yang sebesar-besarnya jika pernah mengukir luka dihati kalian.
            Untukmu,2013…
            Halaman pertama dan halaman terakhir tak akan terpisah dari lembaran 365 hari yang lalu,kisah ini bukan baru dimulai atau dihentikan tapi akan terus dilanjutkan,kita masih akan menatap sinar mantari yang sama dan masih menginjakkan kaki di tanah yang sama,Indonesia.
            Untukmu,2013…
            Terimakasih telah mempertemukan saya dengan sahabat-sahabat yang memiliki perbedaan karakter yang perlu saya pahami demi menjaga ke-awet-an dan ke-alami-an persahabatan ini. Terimakasih Rizqi Husnaya,seorang sahabat yang saya kenal dari Masa Orientasi Siswa saat akan masuk SMAN 2. Maaf juga saya ucapkan untukmu hus,maaf saya belum berhasil memahami karaktermu sampai akhirnya persahabatan kita tidak se-erat dulu. Mungkin hal itu terjadi juga karena kesalahan saya tapi dari lubuk hati saya yang paling dalam,sebenarnya saya masih menginginkan persahabatan kita kembali kokoh seperti tahun lalu. Terimakasih Khaleda Yea (Cut),seorang sahabat yang mulai dekat dengan saya di tahun 2013 ini,seorang sahabat yang tidak pernah membosankan,sahabat yang selalu hadir dengan kisah penuh canda dan tawa,sahabat yang pernah rapuh karena seorang cowok,tapi sekarang mulai bisa bangkit lagi dan kembali ceria. Cut,terimakasih sudah menjadi sahabat terbaik saya yang menerima saya dengan segala ke-apa-ada-an pada diri saya. Loveyou dan terimakasih. Terimakasih Resti Novita Sari (Kem),seorang sahabat yang baru dekat dengan saya di kelas XI ini dan mewarnai kehidupan saya selama 1 tahun belakangan ini. Terimakasih Ndella, Ducky, Danang, Angger, Aurel, Dyta, Dina, Deden, Aha dan masih banyak lagi.Terimakasih sudah menjadi sahabat saya. Dan lagi,terimakasih SACKIE!! YOU ARE ROCK!! Thanks XI IPA 3 sudah menjadi kelas ternyaman meskipun wali kelas nya agak “anu” heheee.
            Untukmu,2013…
            Terimakasih sudah menjadi saksi bisu tentang perasaan saya pada seorang cowok yang sekarang menjadi sahabat saya. Itu lebih baik. Tidak dapat saya pungkiri, perasaan ini perlahan memudar ketika saya mulai bisa menyadari,jika cinta tak mengenal kata “paksaan”. Dan terimakasih anda telah membuat saya sadar bahwa keegoisan perasaan hanya akan membunuh kebersamaan. Jadi sekarang saya sudah belajar menghargai perasaan dan hati saya sendiri untuk kedepannya. Terimakasih,anda telah membuat benang-benang persahabatan ini mulai terkait satu sama lain sehingga menghasilkan kebersamaan sampai pada detik ini. Terimakasih Bayu,Dimas,Tinus,Cut,Hanifa dan Arini. 7 jomblo bahagia berharap di 2014 sudah punya pacar masing-masing.Haha. Dengan segala ke-apa-ada-annya yang terdapat pada diri saya,terimakasih kalian sudah mau menerima. Maaf jika saya pernah menorehkan luka dihati kalian. Maaf. Saya hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.thanks for everything ;)
Dan…SELAMAT DATANG 2014!!
           Semoga menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya.Kini,mimpi dan keinginanku tidak muluk-muluk. Hanya terus bisa berkumpul dengan keluarga yang utuh tanpa keretak-an sedikitpun,bersama Bapak,Ibu,Mas Depi,dan Mbak Lia.amin. Lalu,tetap dan terus bisa berkumpul bersama sahabat-sahabat saya tanpa masalah didalamnya. Tetap dan terus bisa berkumpul tertawa,sharing,dll bersama 7 jomblo sekawan. Love you all !!
           
Untukmu,2014…
Jadilah tahun yang penuh dengan kebahagiaan. Biarkan saya menjadi orang yang tetap bisa berbagi dalam suka maupun duka bersama sahabat-sahabat saya. Harapannya nggak muluk-muluk kok,cuma tetep bisa kumpul sama sahabat-sahabat,keluarga. Nilai jadi tambah baik disemester 2 dan rank naik. Bisa naik kelas dengan rata-rata bagus,sip,amin. Dan lagi,bisa merelakan dia dan kembali pada kehidupanku tanpa memikirkan perasaan yang setahun kemarin menyiksa batin.hahaaa.udah lah amin.
Good bye 2013!!!!!!!!
Welcome 2014!!!!!!! J

Kamis, 21 November 2013

Halooo^^

Selamat malaaam jomblowan jomblowati sebangsa setanah air dan sedunia serta selama lamanya *loooh-__- Hihi. I am back ;) setelah lama banget ga sempet ngepost karena tugas bejibun numpuk segunung selangit dan sebanyak cintaku padanya. Ah apaan..udah langsung aja deh. Mbloo...udah musim hujan nih,pada seneng apa malah pada sebel nih? kalo aku sih seneng-seneng aja wkk..apalagi ujan bulan november hha. alasannya sih simple,karena hujan di bulan November tahun lalu yang mendekatkan aku sama pria itu. Ya...udah gitu aja.
Hmmm....mblooo udah pada tau belum akun twitter gw? nih gw kasih..silahkan follow,dijamin langsung follback kok^^ https://twitter.com/dvrukmana hihiiii

lagi mbloo...nih foto gw sama sahabat2 gw ;)



yak..itu semua sahabat2 gw...udah ya mbloo gitu aja..udah ngantuk :* see u next post :)

Senin, 16 September 2013

Hujan Bercerita (4)

duduk bersilangan
saling menyimpuhkan tangan
sambil memandangi hujan dari kejauhan
menaruh harap dalam kesungguhan
agar hujan segera menghilang
menit terus berjalan
tapi hujan tidak malah menghilang
hujan turun semakin tajam
padahal hari semakin petang
senjapun malah sudah tenggelam
rasa-rasanya
senja hujan tidak memberi celah untuk
aku dan kamu melangkahkan kaki pulang
dibalik hujan
aku dan kamu saling berharap
hujan berhenti dan hilangkan kelambu bersayap
berharap

Hujan Bercerita (3)

senja itu perjalananku denganmu
terhalang gerimis
aku yang berjalan dibelakangmu
melihat senyummu yang manis
aku memandangimu dari belakang
menatapmu lewat kaca spionmu
memandangimumengendarai motor itu
dari belakang dan sederhana
aku dan kamu dalam jarak yang cukup jauh
sejauh perasaanmu padaku
perasaan yang kurasa tidak akan sejalan
perasaan yang bersilangan

Hujan Bercerita (2)

waktu menyuguhkan moment dalam sebuah kisah
kisah klasik yang diiringi nyanyian hujan basah
rintik hujan terdengar seperti langit yang marah
deras

de-javu yang tak berbilah
tiba-tiba hadir menyusup dengan mudah
kisah klasik dibalik senja
bagimu ini memang terkesan sederhana
tapi ini terukir tajam dihatiku
waktu itu senja terhalang kelambu
kelambu itu tersusun rapi dengan sentuhan warna abu-abu
abu-abu tipis yang merata dibalik langit biru
dan seketika tetesan air hujan datang
turun tersusun rapi bersamaan
turun bergerombol tanpa isyarat
turun diiringi dengan dingin yang kuat
rasa dinginyapun mampu menyayat
tulang rusukku
ditempat itu
ada 2 sosok duduk berteduh
duduk bersilangan
berseberangan
menanti kelambu berhenti
dengan percakapan seadanya dalam hujan

Selamat datang musim penghujan :')


Dimeja itu aku menyimpulkan rindu
Sebuah meja yang lama ingin aku tinggalkan
Meja yang dahulu menyangga dua mangkuk mie ayam
aku dan kamu
Didalam rinai hujan sebuah kenangan dimulai
Masih dalam hujan yang sama
Waktu itu aku dan kamu duduk bersilangan
Saling menyimpuhkan tangan
karena udara diluar lumayan menusuk tulang
Waktu itu aku mencoba menerjemahkan bias matamu
tapi aku tak punya banyak nyali
Waktu itu aku melihat sosok berbedamu
Aku terpukau dan terpaku
Aku masih ingat diwarung itu
Aku dan kamu menunggu hujan reda berdua
Mungkinkah kenangan itu luruh?
Tak adakah sisa yang kau ingat dari hujan itu?
Kenangan itu idmulai diawal bulan Juni dengan hujan yang berbeda
Hujan selalu memiliki caranya sendiri
Menghadirkan bayangmu lewat rinainya
Disini
Di ingatan ini
Tetap dalam lingkup hujan,rindu,dan kenangan
Masih sama
Kini saat musim penghujan hampir kembali
Semuapun kini mulai berganti
Saat perasaan yang menyiksaku mulai kubiarkan berlalu
Hanya bisa meramu  bayangmu dalam kenangan :')
Selamat datang musim penghujan yang selalu kurindukan...


Minggu, 01 September 2013

Kusuma Bangsa

Berderap penuh laju
Melangkah tanpa ragu
Mundur untuk menyerang
Serbu untuk berjuang
Berdamai untuk kemerdekaan
Jasamu tak mungkin terlupakan
Sampai semuanya termakan zaman
Kau gagah
Sampai semuanya berubah dan terkenang sudah
Kuingin seperti kalian
Yang memandang penuh kestiaan
Demi Pertiwi ini
Kau angkat senjata
Kau bidik mereka
Tuk meraih "Kemerdekaan"
Nasionalismemu
Patriotismemu
Perjuanganmu
Takkan kulupa
Wahai Kusuma Bangsa

Jumat, 12 Juli 2013

Aku Hanyalah

Aku hanyalah sesosok orang
Yang tiba-tiba hadir
Ditengah-tengah kedekatan kalian
dan ditengah-tengah hubungan kalian
Aku tak tahu mengapa ini terjadi
Aku dibuat bingung dengan semua ini
Rasa yang terselip rapi didalam hati
Rasa ini merayap didebar jantungku
Menyusup tajam direlungku
Rasa ini begitu rumit
Terkadang semrawut
Tapi, siapalah aku?
Aku hanyalah teman bersandarmu
Saat duka dan suka melandamu
Betapa bodohnya aku atas perasaan 
Perasaan yang seharusnya tidak kau tahu
Aku hanyalah sosok orang
Yang hanya bisa menemani malammu
Aku hanyalah sosok orang 
Yang mencoba selalu ada saat kau butuh
Aku hanyalah
Sahabatmu.....

Senin, 24 Juni 2013

:)

Lupakan segalanya

            Setelah aku mencoba mencari jalan sendiri dengan melewati koridorku, mencoba menelaah apa yang sebenarnya terjadi dalam diri ini, aku mulai menyadari semua. Berbulan-bulan aku terbelit dalam kisah cinta terpendam yang berakhir pada diam dan sesal. Apa yang sudah aku biarkan mengalir tanpa muara, pada akhirnya hanya akan menjadi beban fikiran yang menyiksa. Memang bukan kamu yang harus kusalahkan, yang seharusnya disalahkan adalah aku. Ya aku, betapa bodohnya aku membiarkan hati ini terus meronta kehausan akan kenyataan yang harus sesuai keinginanku. Betapa keras kepalanya perasaanku mengharap balasmu. Betapa angkuhnya kataku atas nama cinta terpendam ini. Betapa keterlaluan sikapku terhadap kenyataan yang memang nyata tanpa rekayasa.
            Perlahan, aku mulai menyadarinya. Aku salah menempatkan perasaan ini. Aku terlalu ceroboh akan rasa ini. Aku terlalu berlebihan merasakannya. Aku mulai memahami apa arti dirimu dalam hidupku. Anggapanku terlalu cermat akan sikapmu. Anggapanku terlalu tinggi. Aku salah.
            Beberapa hari terakhir ini, aku mencoba merenungkan semua. Mulai dari bodohnya aku dalam merasakan hal yang seharusnya tidak kurasakan, sesuatu yang seharusnya tidak kubuat dan kuberikan padamu, kata-kata bodoh yang selalu aku rapalkan padamu,semua, yaa semua hal yang kufikirmalah akan membuatku gila. Aku merenung, dan inilah titik akhirnya. Aku mulai menyadarinya. Aku terlalu egois pada jalan yang kamu berikan padaku. Aku terlalu  gegabah, maafkan aku.
            Mulai sekarang, lupakan apa yang pernah kukatakan padamu tentang hatiku. Anggap itu hanya angin lalu. Anggap semua hanya bayangan belaka. Lupakan semua. Mari kita mulai semuanya tanpa rasa saling bersalah dan menyalahkan.
            Anggapanmu tentangku sudah kufahami sekarang , “SAHABAT” tentang arti itu, aku sudah memahami. Maaf, responku membuatmu kesal. Maaf. Tapi, aku rasa inilah yang sebenarnya harus terjaga yaitu persahabatan. Entah bagaimana orang menganggap persahabatan apa ini. Yang terpenting, aku akan selalu ada saat kamu membutuhkanku. Pagi, siang, sore, malam, esok, dan esok selamanya. Tanpa harus memikirkan rasa bersalah atas apa yang pernah kuucapkan padamu,dulu. Lupakan semua. Anggap semua yang kukatakan hanya angin lalu.
Ayoo…berjalan pada koridor kita,sahabat J saling mengisi dan memahami…..