Kompetisi itu datangDengan sejuta rasa yang menantangKami berjalan dengan nada yang lantangMencoba memberi arti yang gemilangSaat menunggu detik-detik saat kata basmalah terucapKami terus melantunkan do'a dan menggandeng usahaKarna kami yakin,jika ada usaha maka ada peluangSaat kompetisi itu dimulai
Rasa ragu selalu membayangi kami
Tapi
Demimu dan karenamu
Kami tetap menghela nafas semangat
Dan percaya akan keadilan
Saat itu juga
Kami berusaha tetap menjaga
Menjaga citra dan nilai untuk pemandangan orang lain untuk team kita
Kami tutupi keraguan kami dengan nada yang bergelombang
Alunan nyanyian terbawa dalam keheningan
Walau pada akhir hasilnya berbedaTapi kami tidak akan putus asa
Karena berpuluh-puluh kompetisi masih menanti kita
Walau dalam raga kami masih ragu
Tapi kepastian akan kami bawa
Karena kepastian adalah peluang untuk menang
Seketika aku terhempas sendiri..
Bagai tawanan yang berdiri sendiri..
Tak mampu aku mengakhiri..Bila hdupku seiring dengan lancipnya duri..Tertegun lembut terbawa hening..Sesakit hati dikhianati..Sesesak nafas saat sakit menerkam batin ini..Aku tak buta!Aku tak tuli!Tapi..Aku lumpuh hati saat SAKIT HATI ini..Fikiranku cacat..Menguras mimpi dan menghanyutkan setiap harapanku..Saat luka melenyapkan rasa..Aku yakin bahwa dia ada saat aku terluka..
Tapi..
ternyata hening malam sunyi sepi sendiri terbawa kerasnya mimpi..
Huh..Oh Tuhan..apalah daya aku tak mampu berkata..
Aku tak mampu tersenyum,tertawa bersama mereka..
Aku tak mampu merangkai sebuah kata diatas tangis ini..
Hmm..
Oh Tuhan..
Bantu aku tuk tetap menjalani hari seiring damainya pagi ini..
Setenang angin sore ini..
Selurus kalimat tanpa sedikit beban..
Sejalan dengan akidah islam..
Aku ingin dia kembali walau hanya sekedar mimpi..
Mimpi..
Mimpi..
Dan mimpi..