Sabtu, 12 Februari 2011

Mimpi


Seketika aku terhempas sendiri..
Bagai tawanan yang berdiri sendiri..


Tak mampu aku mengakhiri..
Bila hdupku seiring dengan lancipnya duri..
Tertegun lembut terbawa hening..
Sesakit hati dikhianati..
Sesesak nafas saat sakit menerkam batin ini..
Aku tak buta!
Aku tak tuli!
Tapi..
Aku lumpuh hati saat SAKIT HATI ini..
Fikiranku cacat..
Menguras mimpi dan menghanyutkan setiap harapanku..
Saat luka melenyapkan rasa..
Aku yakin bahwa dia ada saat aku terluka..

Tapi..
ternyata hening malam sunyi sepi sendiri terbawa kerasnya mimpi..
Huh..Oh Tuhan..apalah daya aku tak mampu berkata..
Aku tak mampu tersenyum,tertawa bersama mereka..
Aku tak mampu merangkai sebuah kata diatas tangis ini..
Hmm..
Oh Tuhan..
Bantu aku tuk tetap menjalani hari seiring damainya pagi ini..
Setenang angin sore ini..
Selurus kalimat tanpa sedikit beban..
Sejalan dengan akidah islam..
Aku ingin dia kembali walau hanya sekedar mimpi..
Mimpi..
Mimpi..
Dan mimpi..

Minggu, 19 Desember 2010

Sekarang dan Dulu

Sekarang..
Timbunan nestapa menerjang batinku..
Menghantam rantai kehidupanku..
Menghanyutkan kepalan nadi yang berdenyut tak menentu..
Membabat derasnya aliran darahku..
Memotong dan melenyapkan abu perasaanku..

Dulu..
Mendung membawa berita..
Hujan mengalirkan kenangan..
Angin menenggelamkan lamunan..
Bintang menerangi seisi jagad kebahagiaan..
Bulan sabit menjadi secuil tangisan..
Dan..
Langit menjadi tempat peraduaan hati yang kasmaran..
Ya..
Hampa,nestapa,dusta dan sandiwara itulah..
Yang mematikan PERASAANKU..
Dulu..
Kejujuran menjadi sebuah pedoman..
Tapi..
Sekarang..
KEMUNAFIKAN yang menjadi rintisan..